Bisnis

Terkini Bisnis: Fakta-fakta IPO Bukalapak hingga Super Air Jet Terbang Perdana

Berita terkini ekonomi bisnis sejak pagi hingga siang ini dimulai dari kumpulan fakta IPO Bukalapak di Bursa Efek Indonesia dan berita terkait Super Air Jet terbang perdana melayani rute Jakarta- Medan hingga Batam.

Selain itu ada kabar temuan BPK dalam audit ESDM sebanyak 29.608 transaksi belum diverifikasi dan Jokowi menargetkan tiap provinsi di seluruh Indonesia memiliki petani milenial andalan

1. Fakta IPO Bukalapak, Kena Batas Auto Reject hingga Diborong Milenial dan Gen Z

PT Bukalapak.com Tbk atau Bukalapak resmi tercatat di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 6 Agustus 2021. BUKA merupakan perusahaan tercatat ke-28 di BEI pada tahun 2021.

Bukalapak menyelesaikan proses penawaran awal atau bookbuilding dan roadshow dari 9-19 Juli 2021 serta penawaran umum dari 27-30 Juli 2021. Sebagai hasilnya, tercatat jumlah pemesanan yang tinggi, mencapai sekitar Rp 4,8 triliun.

Perseroan pun telah menambah porsi pooling allotment bagi investor retail dari semula 2,5 persen ke 5 persen dari total pemesanan yang tersedia.

Oleh karena itu, nilai dari saham yang dialokasikan untuk porsi pooling allotment bagi investor retail naik dari yang sebelumnya Rp 547,5 miliar menjadi sekitar Rp 1,1 triliun.

123 Selanjutnya

2. Terbang Perdana, Super Air Jet Layani Rute Jakarta, Medan dan Batam

Maskapai Super Air Jet mulai melayani rute penerbangan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta-Bandara Kualanamu (Medan) dan Bandara Hang Nadim (Batam).

“Super Air Jet beroperasi dengan frekuensi terbang 1 (satu) kali setiap hari, yang dilayani pergi pulang (PP),” ujar Direktur Utama Super Air Jet, Ari Azhari dalam keterangan tertulis Sabtu 7 Agustus 2021.

Dalam melayani rute penerbangan perdana itu maskapai ini menggunakan Airbus 320-200 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.

Ari Azhari mengakatakan penerbangan perdana berjalan sesuai jadwal dan memenuhi aspek standar operasional keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara. “Terpenting lagi, operasional berjalan berdasarkan ketentuan protokol kesehatan yang ketat,” kata Ari.

3. Temuan BPK di ESDM: Royalti Negara Tertunda, 29.608 Transaksi Belum Diverifikasi

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan sejumlah temuan dalam Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2020. Salah satunya, BPK masih menemukan sebanyak 29.608 transaksi penjualan Minerba (Mineral dan Batu Bara) oleh wajib bayar dari tahun 2018 sampai 2020 belum selesai diverifikasi.

“Kondisi tersebut berdampak pendapatan royalti dan penjualan hasil tambang yang menjadi hak negara tidak dapat segera diterima,” dikutip dari keterangan rilis BPK Sabtu, 7 Agustus 2021.

Dalam laporan keuangan ini, BPK secara umum menyoroti pengelolaan Peneimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berupa royalti dan penjualan hasil tambang (PHT) yang belum memadai. “Dalam hal ini, BPK masih menemukan permasalahan berulang,”

Masalah tersebut, kata BPK, antara lain seperti transaksi kurang bayar oleh wajib bayar pada aplikasi e-PNBP yang belum diterbitkan surat tagih. Lalu, kode billing yang gagal diterbitkan atas transaksi kurang bayar.

Sebelumnya 123 Selanjutnya

4. Targetkan Tiap Provinsi Miliki Petani Milenial Andalan, Ini Program Jokowi

Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar mendapatkan perintah khusus dari Presiden Jokowi untuk memastikan program petani milenial berjalan dengan baik. Artinya, semua provinsi ditargetkan akan memiliki petani muda yang tanggung dan menjadi andalan di daerahnya masing-masing.

Perintah Jokowi ini diungkapkan oleh Billy dalam program pelatihan dan pendampingan 1 juta petani milenial yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Selain itu, Kementan juga mengukuhkan 2000 duta petani andalan di berbagai daerah.

“Karena itu saya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi jajaran Kementan ini, terutama program yang berkaitan langsung dengan pencetakan generaai muda, yang dilakukan secara kongkrit melalui berbagai pelatihan,” katanya,” kata dia dalam keterangan resmi Kementan pada Sabtu, 7 Agustus 2021.

Acara pengukuhan berlangsung Jumat, 6 Agustus 2021. Dalam acara itu, Jokowi menyebut saat ini hanya 29 persen saja petani yang berumur di bawah 45 tahun. Untuk itu, Ia berharap makin banyak anak muda yang mau jadi petani. “Petani harus menjadi profesi yang menjanjikan,” kata dia.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.