Techno

250 Peserta dari 14 Negara Ikuti Pameran Lab Indonesia

Sebanyak 250 peserta dari 14 negara menjadi peserta pameran Lab Indonesia 2024 yang mempertemukan elit industri laboratorium ilmiah dan analisis. Pameran ini menampilkan solusi untuk industri laboratorium yang cerdas dan berkelanjutan kepada seluruh pelaku industri terkait. Pameran ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan wawasan baru, mengeksplorasi tren terkini, dan menemukan solusi solusi inovatif untuk tantangan yang menjadi tantangan dalam lingkup pekerjaan mereka, serta membangun koneksi yang berharga.

Juanita Soerakoesoemah, Event Director PT Pamerindo Indonesia mengatakan, Lab Indonesia mengusung tema Sustainable Future Solutions dengan harapan melalui pengembangan program keberlanjutan ini, seluruh pemangku kepentingan dapat mulai mengimplementasikannya secara bertahap di industri laboratorium. "Melihat partisipasi peserta pameran yang sudah mulai menerapkan produk keberlanjutan dengan menampilkan produk produk inovasi dan teknologi yang masuk ke dalam kategori sustainable product," kata Juanita dalam keterangannya, Rabu (24/4/2024). Dikatakannya, ia melihat adanya permintaan yang sangat tinggi dari para peserta dan pengunjung pameran terhadap tema keberlanjutan, yang tentu saja juga menjadi semakin penting dalam lingkungan laboratorium.

Ratusan Pengunjung Bugis Waterpark Ikuti Poundfit, Peserta Ada dari Jakarta DPMD Sumenep Ikuti Pameran Inovasi Desa 2024, Bawa Produk Unggulan Desa Dari Kepulauan Daftar 14 Negara Lolos Olimpiade Paris 2024, Timnas U23 Indonesia Punya Harapan

Timnas Indonesia Ditunggu, Berikut Daftar 14 Negara Dipastikan Lolos Olimpiade Paris 2024 Aturan Jumlah Pemain Dinilai Aneh! Euro 2024 Kini Diguncang Protes dari Negara Peserta 547 Peserta Ikuti Seleksi CAT PPK di KPU Asahan

14 Negara yang Fix Lolos Olimpiade 2024 di Paris, Indonesia Siap Menyusul ke Paris "Di area pameran, kita akan melihat berbagai solusi yang terkait dengan tema ini, mulai dari peralatan laboratorium yang hemat energi dan alternatif bahan yang ramah lingkungan hingga solusi yang menghasilkan lebih sedikit limbah,” ujar Juanita. Selain solusi berkelanjutan, ada juga permintaan kuat untuk membahas topik kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) dalam penerapannya di lingkungan laboratorium. Misalnya di industri laboratorium, sistem robotik semakin banyak digunakan untuk tugas tugas seperti penanganan sampel, pengeluaran cairan, dan analisis data karena penerapannya dapat mengurangi kesalahan manusia dan meningkatkan hasil.

AI dapat membantu memperkirakan pemeliharaan peralatan laboratorium, memprediksi kapan instrumen akan rusak atau memerlukan pemeliharaan, memastikan waktu henti dikurangi seminimal mungkin. AI juga dapat digunakan untuk memonitoring secara real time dan mengendalikan kualitas dalam proses manufaktur, mengetahui kapan mula terjadi kesalahan dan memastikan toleransi proses yang lebih ketat. Teknik adaptive learning seperti itu akan membantu meningkatkan profitabilitas laba dan langkah mudah menuju batasan proses yang lebih 'stabil' yang kita gunakan saat ini. Tantangan bagi sebagian besar laboratorium saat ini adalah pada peningkatan kualitas data lake mereka.

Keberadaan Laboratory Information Management System (LIMS) menjadi penting sebagai tempat penyimpanan pusat data secara digital yang dihasilkan di laboratorium. LIMS akan mempersiapkannya untuk analisis data, atau pencarian terarah agar tetap efisien, baik di dalam laboratorium maupun di seluruh operasi bisnis. Pencarian terarah menggunakan perangkat analisis data sudah mencukupi bagi banyak orang. Tetapi AI dan deep learning menjadi semakin penting di dalam laboratorium R&D untuk menjawab pertanyaan pertanyaan baru dengan menggunakan data, dan memanfaatkan pekerjaan masa lalu untuk memformulasikan obat di masa depan sekaligus membuka pintu pemasukan yang baru bagi perusahaan. “AI perlahan lahan diterapkan di banyak laboratorium karena semakin lebih mudah diintegrasikan, dan menjadi perpanjangan dari alat analisis data dari solusi LIMS laboratorium laboratorium yang ada saat ini,” jelas Juanita.

Didukung dan bekerjasama dengan Kementerian dan Asosiasi, Lab Indonesia menyelenggarakan lebih dari 120 Konferensi Ilmiah Internasional, Seminar, Workshop, Live Demonstration dan Sesi Diskusi Panel yang akan dipimpin oleh para pakar terkemuka di industri. Ini memungkinkan para pelaku industri mendapatkan pemahaman yang lebih dalam mengenai tren terbaru, tantangan, dan peluang di industri laboratorium. Lab Indonesia terus merekrut buyer dari seluruh dunia melalui layanan One to One Business Matching. Program ini bertujuan memfasilitasi pertemuan antara peserta pameran dan trade buyer untuk menciptakan koneksi baru dan memaksimalkan interaksi di antara semua pihak. One to One Business Matching membuka peluang untuk bertemu dan berdiskusi secara langsung sebelum memutuskan calon mitra bisnis yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pelaku industri dan membuka lebih banyak peluang bisnis baru di seluruh dunia.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *